Comentários do leitor

Unsur-Elemen Penyebab Naik Turunnya Harga Saham Part 1

por Elane Chomley (04-11-2018)


Naik turunnya harga saham lumrah terjadi. Adanya permintaan dan ketersediaan menjadi salah satu unsur yang memengaruhi. Harga saham sekalipun saham tersebut masuk klasifikasi blue chips juga bisa mengalami penurunan. Sebaliknya, saham yang dikelompokkan Lapis Tiga tanpa diduga-duga harganya dapat naik secara signifikan.

Ada sejumlah elemen mendasar yang dapat mengakibatkan harga saham naik ataupun turun. Tetapi umum, faktor-elemen hal yang demikian digolongankan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu elemen yang muncul dari dalam perusahaan.

Sementara faktor eksternal ialah unsur yang bersumber dari luar perusahaan. Unsur ini dapat dibilang sulit diselesaikan. Umpamanya, adanya keadaan sulit - masalah berkaitan dengan ekonomi makro. Dari kedua unsur hal yang demikian, unsur eksternal lebih dominan dalam memengaruhi harga saham. Untuk lebih jelasnya, game android capsa susun dapat Anda kenal dari penjelasan di bawah ini.

1. Aksi Korporasi Perusahaan

Aksi korporasi saham yang dimaksud di sini berbentuk kebijakan yang diambil jajaran manajemen perusahaan. Pengaruhnya} dapat merubah hal-hal yang sifatnya fundamental dalam perusahaan. Contoh dari aksi korporasi ialah terjadinya akuisisi, merger, right issue, atau divestasi. Kebijakan - kebijakan fundamental hal yang demikian secara otomatis akan memengaruhi harga saham di bursa. Sebagai figur, PT APA memastikan untuk melakukan akuisisi terhadap PT ITU. Berita hal yang demikian akan menimbulkan sejumlah spekulasi sehingga para pemain menganggap PT APA memiliki posisi yang lebih kuat ketimbang PT ITU. Efeknya, harga saham PT APA akan mengalami kenaikan.

2. Proyeksi Kinerja Perusahaan pada Masa Akan

Sangkaan terhadap tenaga kerja/daya kerja perusahaan juga jadi salah satu yang turut memengaruhi fluktuasi harga saham. Karena tenaga kerja perusahaan diwujudkan referensi bagi para pemodal maupun analis fundamental dalam melaksanakan penelaahan kepada saham perusahaan. Di antara sebagian elemen, yang paling menjadi sorotan yakni tingkat dividen tunai, tingkat rasio utang, rasio skor buku/Price to Book Value (PBV), earnings per share (EPS), dan tingkat laba suatu perusahaann.

Perusahaan yang menawarkan dividend payout ratio (DPR) yang lebih besar cenderung disukai pemberi modal karena bisa memberikan imbal balik yang bagus. Dalam praktiknya, DPR berpengaruh pada harga saham. Kecuali itu, EPS juga ikut andil terhadap perubahan harga saham. EPS yang tinggi mendorong para pemberi modal untuk membeli saham tersebut yang menyebabkan harga saham makin tinggi.

Tingkat rasio utang dan PBV juga memberikan efek signifikan kepada harga saham. Perusahaan yang mempunyai tingkat rasio utang yang tinggi lazimnya yaitu perusahaan yang sedang bertumbuh. Perusahaan tersebut umumnya akan gencar dalam mencari pendanaan dari para investor. Sedangkan demikian, perusahaan seperti ini umumnya juga diminati banyak investor. Karena kalau hasil analisisnya baik, saham tersebut akan memberikan imbal tinggi (high return) sebab ke depannya kapitalisasi pasarnya bisa meningkat.

3. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan Pemerintah juga bisa memengaruhi harga saham meskipun kebijakan itu masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Banyak figur dari kebijakan Pemerintah yang memunculkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman Karena Asing (PMA), dan lain sebagainya. Pemain saham tipe trader biasanya sangat peka kepada kabar sensitif seperti ini untuk mengambil profit dengan melaksanakan spekulasi dalam aksi ambil untung trading harian.

4. Fluktuasi Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing

Kuat maupun lemahnya kurs rupiah kepada mata uang asing sering kali menjadi penyebab naik turunnya harga saham di bursa. Melainkan nalar, ini betul-betul masuk nalar. Konsekuensi dari fluktuasi kurs hal yang demikian bisa berimbas positif maupun negatif bagi perusahaan-perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki muatan utang mata uang asing. Perusahaan importir atau perusahaan yang mempunyai muatan utang mata uang asing akan dirugikan imbas melemahnya kurs. Sebab hal ini akan berimbas pada meningkatnya biaya operasional dan secara otomatis juga mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan. Sebagai contoh kasus merupakan melemahnya kurs rupiah kepada dolar AS acap kali kali melemahkan harga-harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sebagai pemberi modal atau pemain saham, betul-betul penting untuk terus memantau pergerakan harga saham. Dengan mencermati faktor-unsur yang telah diceritakan di atas, setidaknya risiko-risiko yang bisa dihindari atau diantisipasi seminimal mungkin. Kerugian yang ditanggung tak sebesar sekiranya sama sekali tak tahu perihal faktor-faktor daftar judi tersebut. Jadi, selalu waspada dan jangan lengah.